Pada waktu nama Yesus semakin tenar kemanapun Ia pergi orang orang berbondong bondong datang kepadaNya untuk mendengarkan Dia dan untuk mendapat pertolongan dan kesembuhan dari pada-Nya. Pada Lukas 9:57-62 tertulis bagaimana sebenarnya mengikut Yesus itu sendiri. Terdapat 3 tipe orang yang mengikut Yesus pada nats tersebut.
Orang yang pertama adalah orang yang mengikut Yesus dengan motivasi ingin diberkati dan mendapatkan benefit seperti mujizat serta keuntungan lainnya. Pada Lukas 9:57 terlihat komitmen yang ditunjukkan sangat baik dan antusiastik, Namun Tuhan Yesus telah mengetahui maksud dan tujuannya ,oleh karena itu Tuhan merespon negatif dengan mengatakan ayat selanjutnya yang artinya tidak ada yang dapat diharapkan dariNya karena Dia tidak dapat dimanipulasi siapapun. Sama seperti kita yang terkadang mengikut Tuhan Yesus hanya untuk motivasi mencari kenikmatan hidup,menghindari kesusahan,masalah dan derita.
Pada tipe orang yang ke dua , Yesus berinisiatif mengajak orang orang untuk mengikut Dia namun beberapa orang masih bimbang dan ragu serta lebih memilih untuk menguburkan orang tua nya terlebih dahulu (sampai orang tua nya meninggal). Padahal sebenarnya Allah adalah lebih tinggi posisinya daripada orang tua. Sebagaimana konsep KeTuhanan Kristus atau Otoritas Allah yang berurutan Allah-orangtua-anak. Tetapi Yesus merespon dengan menjawab tentang menguburkan orang mati. Maksudnya orang mati disini ada 2 tipe ; orang mati secara duniawi atau orang mati secara rohani. Intinya pada orang ini lebih memprioritaskan hal lain daripada Allah.
Sedangkan pada tipe orang ketiga sebenarnya terlihat bahwa Tuhan Yesus tidnak mengajak manusia lagi seperti yang sebelumnya namun ada orang yang ingin mengikut Tuhan Yesus tetapi dengan suatu pertimbangan dan keberatan atau hati yang bercabang ke kanan dan ke kiri. Orang yang ketiga ini tidak mau membayar harga untuk mengikut Tuhan Yesus. Dia beralasan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya. Tuhan Yesus kemudian merespon dengan perbandingannya pada Raja-Raja 19:20 di sana diceritakan tentang Elisa dan Elia. Pada konteks tersebut Elisa meminta izin ke Elia untuk terlebih dahulu berpamitan dengan orangtuanya dan diizinkan. Pada hal ini Elia adalah Nabi bukan Tuhan Yesus. Kembali kepada konsep otoritas Allah yang sudah dijelaskan sebelumnya. Kalau di Perjanjian Baru langsung ke Tuhan.
Oleh karena itu marilah kita kembali membenarkan motivasi kita untuk mengikut Yesus. Jangan lah hendaknya kita mendahulukan hal hal lain untuk mengikut Dia. Kiranya hati kita tidak melenceng ke kanan dan ke kiri. Semoga mengikut Yesus adalah prioritas atau kewajiban kita yang tulus. Sebab kesaksian hidup murid Kristus harus nyata dalam tugas tugas atau pekerjaan yang dilakukannya setiap hari dan juga dalam realasinya dengan orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar