Nazaret adalah sebuah kota kecil
yang terletak di daerah Galilea tempat Tuhan Yesus dibesarkan. Di kota ini juga
Yesus memulai pelayanan-Nya bagi orang banyak untuk pertama kalinya. Ketika
Yesus kembali ke kota asal-Nya itu, Ia penuh dengan Roh Kudus (ay.14). Sebelum
Ia memulai pelayanan pertama-Nya, Yesus terlebih dahulu mengalami pencobaan di
padang gurun selama 40 hari seperti yang diceritakan pada Luk.4:1-13.
Ketika sampai di Nazaret, Yesus
masuk ke dalam rumah ibadat. Terlihat bahwa Yesus mempunyai prioritas yang juga
merupakan kebiasaan-Nya yaitu untuk datang ke rumah ibadat pada hari Sabat.
Lalu di situ Yesus mulai mengajar para pengunjung Bait Allah. Mereka takjub
dengan pengajaran yang dilakukan Yesus karena Dia mengajar sebagai orang yang
berkuasa, bukan sebagai ahli taurat (band. Mat.7:28,29). Dia mengajar tanpa melihat kitab dan pada
pengajaran-Nya yang diceritakan juga di injil Matius dan Markus, Ia mengajar
dengan perumpamaan.
Bagian Alkitab yang dibaca Yesus
terambil dari kitab nabi Yesaya 16:1-2. Jika dibandingkan, nubuat nabi Yesaya
yang tertulis di kitab Yesaya dengan injil Lukas memiliki beberapa perbedaan
dalam kata-katanya. Tetapi inti dari nubuat tersebut tetaplah sama. Nubuat itu
berisi tentang kabar baik bahwa akan datang “Hamba Tuhan”.
Hamba Tuhan adalah orang yang
diurapi oleh Roh Kudus dan yang dimaksud dengan Hamba Tuhan dalam nubuat ini adalah Yesus. Sejak dalam
kandungan, Roh Kudus sudah menyertai Yesus. Dalam Pengakuan Iman Rasuli tertulis
“… yang dikandung dari pada Roh Kudus…”. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus oleh
Yohanes Pembaptis dalam Lukas 3:22 tertulis “dan turunlah Roh Kudus dalam rupa
burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah
Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”. Juga dalam pencobaan di
padang gurun, Roh Kudus tetap menyertai dan menuntun Yesus (Lukas 4:1).
Lalu apa yang menjadi tujuan
Hamba Tuhan itu diurapi dan diutus ke dalam dunia? Jika kita bandingkan dengan
Yes.61:1,2, terdapat lima hal yang
menjadi tujuan kedatangan Yesus, yaitu menyampaikan kabar baik kepada orang
miskin/sengsara/menderita, memberitakan pembebasan bagi para tawanan,
mencelikkan orang buta, memberitakan saat pembebasan dan penyelamatan dan memberitakan
Tahun Rahmat Tuhan (Tahun Rahmat sering diartikan sebagai Tahun Yobel dan Tahun
Sabat, dimana keduanya berarti tahun yang dinanti-nantikan).
Jika kita simpulkan tujuan
kedatangan Yesus di atas, maka terdapat 3 pokok penting, antara lain :
1. Untuk menyampaikan kabar baik
(Band. Mark.1:14,1,39)
Kabar baik yang dimaksud di sini
adalah Injil. Jadi Yesus datang untuk memberitahukan kepada umat manusia
tentang misi penyelamatan yang dilakukan-Nya untuk menyelamatkan manusia dari
maut akibat dosa-dosa yang telah manusia lakukan.
2. Untuk memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tertawan. (Band. Mrk 9:25-27; Yoh.8:31,32,34,36).
Orang-orang tertawan berarti
setiap orang yang masih menjadi hamba dosa. Yesus datang untuk membebaskan
orang-orang yang masih bergumul dan terikat dengan dosa. Dengan hidup tetap di
dalam firman dan kebenaran-Nya, maka kita pun akan dimerdekakan dari ikatan
dosa.
3. Untuk memberi penglihatan kepada
orang-orang buta. (Band. Yoh.9:11; Yoh.8:12)
Orang-orang buta dipakai untuk
menggambarkan manusia yang masih hidup di dalam dosa dan kegelapan dunia. Yesus
datang untuk mencelikkan setiap mata rohani yang masih buta dan memberi terang
agar setiap orang dapat melihat siapa yang seharusnya mereka ikuti.
Pada ay.21 dikatakan “Lalu Ia
memulai mengajar mereka kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu
mendengarnya.”. Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa Yesus sendiri
mengakui dan sadar bahwa Dia-lah Hamba Tuhan itu yang diutus Allah untuk
melaksanakan misi penyelamatan.
Setelah mengetahui kedatangan
Yesus, marilah kita orang-orang percaya ikut mengalami pelayanan-Nya di dalam
hidup kita dengan bersama-sama saling mengingatkan satu sama lain tentang misi
Yesus datang ke dunia dan memberitakan firman dan kebenaran-Nya kepada
orang-orang di sekeliling kita. Tuhan Yesus memberkati.