Kamis, 11 Februari 2016

PERSEKUTUAN MURID KRISTUS

Selidiki : Efesus 4:1-16
            Gereja merupakan persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil menjadi suatu kesatuan. Baik kaum Yahudi maupun Yunani, semua telah ditebus Yesus pada karya penyaliban-Nya di kayu salib dan dipanggil untuk menjadi satu tubuh (band. Ef. 4: 4-7). Pada ayat 1, Paulus menasihatkan kepada gereja agar hidup berpadanan dengan panggilan Allah, yaitu dengan menjaga hidup dalam kesatuan bersama orang-orang percaya lainnya dan menjaga hidup kita selalu dalam kekudusan.
            Paulus juga memberitakan empat sifat yang harus dimiliki dalam hidup bersama sebagai sebuah persekutuan, yaitu selalu  rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling mengasihi (ay. 2). Kata selalu mengartikan bahwa keempat sifat ini merupakan sesuatu yang berkelanjutan atau terus menerus dilakukan dalam hidup berpadanan dengan panggilan Allah. Paulus juga menyebutkan 7 kesatuan yang mengikat orang-orang percaya, yaitu satu pengharapan, satu Tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, dan satu Allah.
            Kesatuan itu bukanlah hasil perbuatan atau pencapaian manusia tetapi pekerjaan Roh Allah sendiri, pemberian Allah. Dalam ayat ke-3 dikatakan “…berusahalah memelihara…”. Kata memelihara mengartikan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Dan pada ayat ke-4 dikatakan “…kamu telah dipanggil…”. Kata dipanggil juga menegaskan bahwa ada seseorang yang memanggil manusia untuk melakukan persekutuan itu, yaitu Allah.
            Di dalam persekutuan, masing-masing anggota diperlengkapi oleh Allah dengan karunia atau talenta yang berbeda-beda (ayat 7). Perbedaan inilah yang menjadikan pelayanan kita lengkap. Tiap anggota mempunyai bagiannya masing-masing dalam melakukan tugas pelayanannya.
            Kita dipanggil bukan hanya untuk bersekutu diantara sesama kelompok sendiri, tetapi supaya persekutuan itu menghasilkan sesuatu. Tuhan menghendaki adanya pembangunan tubuh Kristus dalam dunia melalui persekutuan supaya  semakin banyak orang yang percaya dan melakukan pekerjaan pelayanan dalam dunia ini. Tuhan juga menghendaki agar terciptanya kesatuan iman dan pengetahuan rohani yang benar. Orang-orang dalam pelayanan tidak sama kedewasaan rohaninya, oleh karena itu di dalam persekutuanlah akan dilakukan upaya-upaya penyetaraan pengetahuan rohani agar setiap anggota persekutuan setara pengetahuannya akan Kristus. Tujuan akhir dari persekutuan ini adalah bertumbuh ke arah Kristus. Ibarat biji, kalau kita tidak bertumbuh maka tidak ada gunanya.

            Tiap-tiap anggota persekutuan dapat saling menolong satu dengan yang lain dalam pertumbuhan masing-masing melalui sharing pengetahuan rohani masing-masing anggota, saling mengingatkan satu sama lain. Seringkali ada penghalang bagi kita dalam persekutuan dan kesatuan dengan murid-murid Tuhan yang lain. Hal ini dapat diatasi dengan menerapkan kasih dalam kehidupan kita. Latihlah diri kita untuk dapat membagikan kasih kepada orang-orang di sekitar kita.