Selidiki : Efesus 4:1-16
Gereja
merupakan persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil menjadi suatu
kesatuan. Baik kaum Yahudi maupun Yunani, semua telah ditebus Yesus pada karya
penyaliban-Nya di kayu salib dan dipanggil untuk menjadi satu tubuh (band. Ef.
4: 4-7). Pada ayat 1, Paulus menasihatkan kepada gereja agar hidup berpadanan
dengan panggilan Allah, yaitu dengan menjaga hidup dalam kesatuan bersama orang-orang
percaya lainnya dan menjaga hidup kita selalu dalam kekudusan.
Paulus
juga memberitakan empat sifat yang harus dimiliki dalam hidup bersama sebagai
sebuah persekutuan, yaitu selalu rendah
hati, lemah lembut, sabar, dan saling mengasihi (ay. 2). Kata selalu mengartikan bahwa keempat sifat
ini merupakan sesuatu yang berkelanjutan atau terus menerus dilakukan dalam
hidup berpadanan dengan panggilan Allah. Paulus juga menyebutkan 7 kesatuan
yang mengikat orang-orang percaya, yaitu satu pengharapan, satu Tubuh, satu
Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, dan satu Allah.
Kesatuan
itu bukanlah hasil perbuatan atau pencapaian manusia tetapi pekerjaan Roh Allah
sendiri, pemberian Allah. Dalam ayat ke-3 dikatakan “…berusahalah memelihara…”. Kata memelihara
mengartikan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Dan pada ayat ke-4 dikatakan
“…kamu telah dipanggil…”. Kata dipanggil juga menegaskan bahwa ada
seseorang yang memanggil manusia untuk melakukan persekutuan itu, yaitu Allah.
Di
dalam persekutuan, masing-masing anggota diperlengkapi oleh Allah dengan karunia
atau talenta yang berbeda-beda (ayat 7). Perbedaan inilah yang menjadikan
pelayanan kita lengkap. Tiap anggota mempunyai bagiannya masing-masing dalam
melakukan tugas pelayanannya.
Kita
dipanggil bukan hanya untuk bersekutu diantara sesama kelompok sendiri, tetapi
supaya persekutuan itu menghasilkan sesuatu. Tuhan menghendaki adanya
pembangunan tubuh Kristus dalam dunia melalui persekutuan supaya semakin banyak orang yang percaya dan
melakukan pekerjaan pelayanan dalam dunia ini. Tuhan juga menghendaki agar
terciptanya kesatuan iman dan pengetahuan rohani yang benar. Orang-orang dalam
pelayanan tidak sama kedewasaan rohaninya, oleh karena itu di dalam
persekutuanlah akan dilakukan upaya-upaya penyetaraan pengetahuan rohani agar
setiap anggota persekutuan setara pengetahuannya akan Kristus. Tujuan akhir
dari persekutuan ini adalah bertumbuh ke arah Kristus. Ibarat biji, kalau kita
tidak bertumbuh maka tidak ada gunanya.
Tiap-tiap
anggota persekutuan dapat saling menolong satu dengan yang lain dalam
pertumbuhan masing-masing melalui sharing pengetahuan rohani masing-masing
anggota, saling mengingatkan satu sama lain. Seringkali ada penghalang bagi
kita dalam persekutuan dan kesatuan dengan murid-murid Tuhan yang lain. Hal ini
dapat diatasi dengan menerapkan kasih dalam kehidupan kita. Latihlah diri kita
untuk dapat membagikan kasih kepada orang-orang di sekitar kita.